HPK taruh disini
Desakan mendiskualifikasi Persib Bandung dari Liga 1 2018 sempat bergelombang. Pangkalnya adalah pengeroyokan oknum suporter pada Haringga Sirila yang terjadi pada laga kontra Persija Jakarta, Minggu (23/9/2018). Berbagai pihak pun menyudutkan Persib Bandung dan Bobotoh. Sehingga muncul spekulasi hukuman yang pantas dijatuhkan untuk tim Maung Bandung. Salah satunya dilempar ke Liga 2.
Tuntutan itu perlahan berlalu seusai Komite Disiplin PSSI mengeluarkan sanksi atas insiden di laga panas tersebut. Kini tuntutan yang sama kembali menyeruak. Datang dari salah satu klub yang tengah berjuang keluar dari papan bawah klasemen sementara Liga 1 2018, Sriwijaya FC (SFC).
Dilansir dari bolabob.com (25/10/2018), Direktur PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Mudai Madang menyampaikan protes pada PT. Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1. Protes disampaikan terkait buruknya kinerja panitia pelaksana (Panpel) PSSI Semarang, kala menjamu Laskar Wong Kito di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Selasa (23/10/2018).
"Saya di sini didampingi asisten manajer sfc, pelatih Alvero Vera, dan kapten. Saya ingin mengampaikan bahwa kami tidak terima hasil kemarin, kami protes dan hari ini kami juga melayangkan surat ke PT LIB atas kejadian kemarin," ujar Mudai Madang, dilansir bolabob.net (24/10/2018).
Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan tuan rumah 1-0. Kubu Sriwijaya FC menilai PSIS Semarang tidak siap menggelar pertandingan kandang. Penilaian itu merujuk pada insiden 3 kali lampu padam.
Menurut aturan break boleh dilakukan dua kali. Namun saat itu terjadi tiga kali penundaan. Atas kejadian tersebut, SFC meminta klub PSIS Semarang didiskualifikasi dari Liga 1.
Protes lainnya ditujukan pada kepemimpinan wasit Hadi Prasetya. Wasit Prasetyo Hadi total mengeluarkan enam kartu kuning dan satu kartu merah. Bek kiri Sriwijaya FC, Zalnando, harus keluar lapangan terlebih dahulu pada menit ke-64.
Kubu SFC menilai wasit begitu mudah memberikan kartu kuning tanpa peringatan terlebih dulu. Yang membuat geram ketika salah satu pemain SFC, Alan ditempeleng kepalanya di depan wasit. Wasit hanya memberikan kartu kuning pada pemain asing tim Mahesa Jenar.
SFC tidak hanya mendapatkan kekalahan menyakitkan, tapi juga harus kehilangan beberapa pemain inti di pertandingan berikutnya melawan Perseru Serui. Kapten SFC, Yu Hyun-Koo terisak menanggapi berbagai kejadian di lapangan sepanjang menit pertandingan.
“Kenapa kita latihan pagi dan sore setiap hari. Menonton video, membahas kekuatan lawan, tapi jadinya seperti ini. Main bola seharusnya tidak seperti ini. Semua harusnya malu melihat sepak bola seperti ini,” kata Yu Hyun-Koo dikutip indosport.com (24/10/2018).
Saat ini PSIS Semarang sudah keluar dari papan bawah klasemen sementara Liga 1 2018. Jika permintaan Sriwijaya FC dikabulkan PSSI, maka tim Mahesa Jenar akan kembali berkiprah di Liga 2.

