HPK taruh disini
Arema FC menjadi salah satu tim yang paling aktif di lantai bursa transfer paruh musim Liga 1 2018. Demi bisa kembali ke jajaran elit klub Indonesia, Singo Edan melepaskan 7 pemain mereka, termasuk 3 punggawa asing yang baru mereka rekrut di awal musim.
Beberapa waktu berlalu, menarik mengetahui bagaimana nasib terkini para pemain yang dilepas tim kebanggaan Aremania tersebut.
Berikut adalah ulasannya, spesial untuk anda:
Digadang sebagai bomber andalan Arema musim ini, penyerang asal Brasil tersebut justru dinilai gagal memenuhi harapan manajemen.
Meskipun sukses mencetak 4 gol, namun seringnya ia dibekap cedera, dan permainannya yang dinilai sedikit oportunis dianggap tidak cocok dengan skema pelatih Milan Petrovic.
Akhirnya, mantan bomber Madura United itu pun harus rela kontraknya diputus di tengah musim oleh Arema FC.
Sekitar dua bulan berselang, setelah tidak lagi mengenakan kostum biru khas Arema, kini Furtuoso diketahui sudah bergabung dengan tim papan atas Liga Oman Al Nahda.
24 Agustus 2018, Furtuoso mengumumkan bahwa ia jadi bagian dari klub penghuni peringkat 6 klasemen sementara Liga Oman tersebut.
Patut dinantikan, seperti apa aksi Furtoso bersama Al Nahda.
2. Balsa Bozovic (Mornar Bar – Montenegro)
Balsa merupakan pemain pertama yang dipecat Arema. Bahkan ia dilepas sebelum jeda transfer dimulai.
Sempat menunjukkan penampilan memukai di pra hingga awal musim, lambat laun performa mantan gelandang Persela Lamongan ini terus menurun. Hingga dia lebih sering duduk di bangku cadangan, dan puncaknya dipecat oleh Arema.
Sempat menganggur nyaris selama tiga bulan, seperti dilansir dari transfermrkt.com, Balsa diketahui akhirnya mendapatkan klub baru pada akhir Juli lalu.
Balsa dipinang oleh klub dari negara asalnya, yaitu FK Mornar Bar yang bermain di kasta tertinggi.
Namun rupanya nasib Balsa masih belum berubah. Hingga laga pekan ke empat di Liga Montenegro, pemain berusia 31 tahun ini sama sekali belum pernah bermain untuk Mornar Bar.
Mornar sendiri belum menemukan performa terbaiknya. Mereka menuai hasil 3 kali kalah dan satu kali imbang dalam 4 laga terakhir.
3. Ahmet Atayev (Persela Lamongan)
Atayev adalah pemain asing terakhir yang dilepas oleh Arema pada jeda transfer paruh musim.
Sebenarnya, lepasnya Atayev sedikit menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, dalam setengah musim, pemain asal Turkmenistan tersebut berkontribusi 3 assist dan satu gol.
Namun hal tersebut memang belum cukup memenuhi ekspektasi manajemen dan tim pelatih. Pemain berusia 28 tahun tersebut pun dilepas, tepat setahun ia memperkuat Arema FC.
Tak butuh waktu lama bagi Atayev untuk menemukan tim. Tidak sampai sepekan dia dilepas, pemain berpostur tegap tersebut langsung dipinang tim Liga 1 lainnya Persela Lamongan.
Bersama Persela, Atayev langsung menjadi bagian integral skuat asuhan Aji Santoso tersebut.
4. Saiful Indra Cahya (Bali United)
Saiful adalah sedikit dari arek Malang asli yang ada di skuat Arema. Namun performa nya seperti pada titik nadir musim ini, khususnya ketika Milan Petrovic mengambil alih komando tim. Saiful semakin tersingkir.
Sehingga pinangan dari Bali United di pertengahan musim pun langsung diambilnya. Dengan harapan, ia bisa kembali merajut asa karirnya di Serdadu Tridatu.
Rupanya, harapan pemain berposisi wing back tersebut tidak salah. Bahkan Saiful langsung menjalani debut, dan berhasil mempersembahkan kemenangan bagi Bali United, sesaat setelah ia bergabung di tim asuhan Widodo Cahyono Putro itu.
5. M. Zaenuri (Persela Lamongan)
Zaenuri sejatinya adalah rekrutan baru baru Arema di musim ini. Namun ternyata penampilan dan karakter bermainnya kurang cocok bagi Singo Edan.
Perannya sebagai bek tengah jauh tersingkir dari beberapa pemain lokal lain, seperti Bagas Adi Nugraha, Purwaka Yudhi dan Israel Wamiau.
Sehingga, bek bertubuh tinggi besar ini pun sangat jarang mendapatkan kesempatan bermain bersama Arema di putaran pertama.
Pada akhirnya Zaenuri pun harus menerima kenyataan dilepas oleh Singo Edan pada pertengahan musim. Beruntung ia langsung diangkut oleh Persela Lamongan, satu paket dengan Ahmet Atayev.
Bisa jadi alasan Zaenuri menerima pinangan Persela adalah, selain dilatih pelatih Aji Santoso yang terkenal jago mengorbitkan pemain muda, juga karena posisi Lamongan yang tidak terlalu jauh dari kampung halaman pemain berusia 23 tahun tersebut, Bojonegoro.
6. Junda Irawan (Madura United)
Junda adalah pemain asli Malang kedua yang dilepas oleh Arema di pertengahan musim. Menumpuknya pemain di posisi bek menjadi alasan Junda tak lagi tenaganya dibutuhkan Singo Edan.
Bahkan, pada putaran pertama, mantan pemain Timnas U-19 tersebut sama sekali tidak mendapatkan porsi bermain di Singo Edan.
Sempat namanya menghilang setelah dilepas Arema, diam – diam ternyata Junda telah menjalin kesepakatan dengan klub asal Jawa Timur lain, yaitu Madura United.
Kesepakatan Junda dengan Madura, diumumkan cukup mepet dengan tenggat waktu bursa transfer. Pemain yang juga bisa bermain sebagai full back ini tampaknya diproyeksikan sebagai pelapis bek senior Fachruddin Aryanto.
7. Tedi Heri Setiawan (Martapura FC)
Teddy Heri juga sosok baru di Arema musim ini. Sebelumnya Tedi adalah kiper utama tim Liga 3 Persik Kediri.
Namun sayangnya, ia datang di waktu yang salah. Dimana Arema sendiri juga merekrut sejumlah kiper baru. Seperti, Kurniawan Kartika Ajie, Joko Ribowo, dan yang terakhir ada nama pemain asal Serbia Srdan Ostojic.
Ketatnya persaingan ini yang akhirnya membuat Tedi terpental dari skuat Singo Edan, tanpa menit bermain.
Namun tidak lama setelah dilepas Arema, Tedi pun menemukan pelabuhan barunnya, yaitu tim Liga 2 Martapura FC.
Meski di Liga 2, namun Tedi langsung mendapat kepercayaan sebagai kiper utama. Bermain dalam dua laga terakhir, ia sukses mengantarkan Martapura selalu meraih poin.
8. Joko Ribowo (PSIS Semarang)
Joko juga rekrutan baru Arema musim ini. Bahkan performanya sebenarnya tidak terlalu mengecewakan. Ia menjadi sosok yang sempat menghantarkan Arema tidak terkalahkan di akhir – akhir putaran pertama.
Namun hal tersebut tidak cukup bagi manajemen dan pelatih. Apalagi di waktu bersamaan Arema mendatangkan kiper asal Serbia Srdan Ostojic.
Sehingga, tawaran dari PSIS Semarang pun tidak ia tolak. Bersama Mahesa Jenar, Joko punya peluang bermain lebih banyak, kontrak panjang dua tahun, dan juga dekat dengan kampung halamannya di Demak Jawa Tengah.
Kini, Joko tengah berjuang dengan PSIS untuk bisa menghindarkan mereka dari jurang degradasi.
Sumber

