HPK taruh disini
Timnas U-23 Indonesia tengah berjuang dalam mengemban misi lolos ke semifinal cabang sepakbola Asian Games.
Seperti dilansir dari goal.com bahwa lawan terakhir yang akan dihadapi pada fase grup adalah Hong Kong. Kemenangan atas Hong Kong jelas memastikan Indonesia menjuarai grup A sekaligus berhak ke fase knock out.
Ada yang unik dari formasi yang turun pada Asian Games kali ini, setelah sebelumnya Milla mencoret Osvaldo Haay yang sering menjadi andalan.
Kini pelatih asal Spanyol tersebut kembali mencadangkan pemain andalannya di Sea Games lalu yaitu Hargianto.
Seperti yang diketahui bahwa Hargianto merupakan salah satu pemain yang tak tergantikan perannya selama persiapan Timnas menuju Asian Games.
Namun secara mengejutkan setelah memasuki pertempuran yang sesungguhnya, justru duet Evan Dimas dan Zulfiandi yang kini menjadi andalan utama sekaligus kedua pemain ini menyingkirkan Hargianto yang selalu bermain reguler.
Dipilihnya duet Evan dan Zulfiandi di beberapa pertandingan Timnas memang tanpa alasan. Kedua pemain ini mampu bersinergi dan mengkreasikan serangan Indonesia dengan baik.
Zulfiandi lebih bertugas dalam menjaga kedalaman Indonesia, sehingga ada cover yang baik ketika Indonesia ditekan oleh lawan.
Sedangkan Evan Dimas lebih kepada seorang playmaker, Ia sangat kuat dalam menguasai bola dan mengatur tempo di lapangan. Hampir semua serangan Indonesia bermula dari kakinya.
Kolaborasi yang rapi inilah yang disinyalir membuat Luis Milla merasa kedua pemain gelandang tersebut sangat cocok diduetkan.
Memang tidak ada yang buruk dari permainan Hargianto, hanya saja mungkin Milla lebih butuh pemain yang pintar dalam merebut bola tanpa terlalu sering melakukan pelanggaran.
Hargianto sendiri merupakan tipe pemain yang keras, tak jarang Ia merebut bola dengan harus melanggar tim lawan terlebih dahulu.
Cara bermain yang seperti itu jelas sangat beresiko, apalagi jika dilakukan dekat dengan area kotak penalti, hal itu bisa menjadi masalah bagi garis pertahanan Timnas.
Jika Evan dan Zulfiandi terus tampil konsisten, bukan tidak mungkin mereka akan terus menjadi andalan di fase-fase selanjutnya. Tinggal bagaimana mereka mampu menjaga kondisi sehingga mempengaruhi performa mereka di lapangan dengan baik. Bravo!
Sumber

